Berbahasa Indonesia tidak sekadar pada berbicara, namun juga harus sampai pada menyimak, membaca, dan menulis. Melalui blog ini, semoga memberika inspirasi kepada Anda untuk tetap konsisten berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Cintailah Bahasa Indonesia dan banggalah berbahasa Indonesia!
Selasa, 08 Juni 2010
Berenang merupakan salah satu kegiatan yang menguntungkan bagi anak masa usia dini sampai dengan remaja karena pada masa ini fisik anak akan mendapatkan pengaruh positif. Misalnya, paru-paru menjadi sehat dan tubuh pun akan mengalami perkembangan yang baik. Mental juga akan lebih baik seperti gambar ini.
Membaca Berita
Kompetensi membacakan naskah berita penting sekali dikuasai oleh siswa SMA. Anak didik pada usia ini meyoritas telah mengalami perubahan mental secara signifikan dibandingkan dengan anak didik pada jenjang pendidikan sebelumnya (SMP). Namun demikian, anak didik pada usia ini juga akan mengalami stagnansi apabila tidak dilatih untuk mengekspresikan dirinya melalui kegiatan yang dapat merangsang keberaniannya. contoh membacakan berita dapat diikuti pada audio membacakan naskah berita yang berjudul "Berita Kulon Progo".
Senin, 07 Juni 2010
Siswa Belajar Mandiri
Anda perlu masuk perpustakaan untuk mendapatkan sebuah resensi buku lalu diketik dengan komputer, dan kirimkan ke senoretete@gmail.com.
Ini bersifat individual. Ingat, Jangan merusak buku/majalah/koran milik perpustakaan. Hasil pekerjaanmu sebaiknya sampai di alamat hari ini, ya? Akan saya cek langsung dari Semarang.
Pengampu Mapel Bahasa Indonesia: Warseno
Ini bersifat individual. Ingat, Jangan merusak buku/majalah/koran milik perpustakaan. Hasil pekerjaanmu sebaiknya sampai di alamat hari ini, ya? Akan saya cek langsung dari Semarang.
Pengampu Mapel Bahasa Indonesia: Warseno
Senin, 02 November 2009
Pembacaan UUD 1945
Upacara bendera sering diikuti oleh para pelajar. Pada kesempatan ini khusus membicarakan keikutsertaan pelajar mengikuti upacara karena rubrik ini dikhususkan untuk pelajar.
Seringkali pada saat pembacaan UUD 1945 terdapat kesalahan pemenggalan (jeda). Kesalahan ini dapat mengakibatkan kesalahan makna atau kerancuan kalimat. Misalnya, "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa." Banyak terjadi hal ini dilakukan. Seharusnya, kalimat itu tidak berhenti di situ dengan intonasi turun (titik) tetapi dibacakan dengan intonasi datar karena masih ada lanjutannya. Apalagi di dalam teks memang tidak ada tanda titik di akhir penggalan kalimat tersebut. Selain itu masih banyak lagi pemenggalan di seluruh bacaan itu.
Sebagai Bangsa Indonesia yang memiliki bahasa nasional Bahasa Indonesia seharusnya kritis terhadap penggunaan bahasa yang baku, tidak membiarkan penggunaan bahasa yang semakin tergelincir dibiarkan. Kekeliruan yang terus berulang jangan dianggap benar. Telusuri setiap keraguan ucapan maupun tulisan Indonesia. Dengan demikian, akan tetap terjaga originalitas Bahasa Indonesia.
Seringkali pada saat pembacaan UUD 1945 terdapat kesalahan pemenggalan (jeda). Kesalahan ini dapat mengakibatkan kesalahan makna atau kerancuan kalimat. Misalnya, "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa." Banyak terjadi hal ini dilakukan. Seharusnya, kalimat itu tidak berhenti di situ dengan intonasi turun (titik) tetapi dibacakan dengan intonasi datar karena masih ada lanjutannya. Apalagi di dalam teks memang tidak ada tanda titik di akhir penggalan kalimat tersebut. Selain itu masih banyak lagi pemenggalan di seluruh bacaan itu.
Sebagai Bangsa Indonesia yang memiliki bahasa nasional Bahasa Indonesia seharusnya kritis terhadap penggunaan bahasa yang baku, tidak membiarkan penggunaan bahasa yang semakin tergelincir dibiarkan. Kekeliruan yang terus berulang jangan dianggap benar. Telusuri setiap keraguan ucapan maupun tulisan Indonesia. Dengan demikian, akan tetap terjaga originalitas Bahasa Indonesia.
Jumat, 30 Oktober 2009
Konsistensi Berbahasa
Berbahasa merupakan suatu kegiatan produktif dari diri seseorang yang dituangkan dengan simbol-simbol tertentu atau dengan isyarat sehingga dapat ditangkap maksudnya oleh orang lain. kegiatan berbahasa penting bagi manusia karena dengan berbahasa kehendaknya akan terwujud. Apa yang diinginkan akan terpenuhi melalui bahasanya.
Ada banyak dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan berbahasa. Salah satu dari banyaknya dampak yang terkait dengan respon orang lain terhadap bahasa kita yaitu bahasa yang kita gunakan akan berpotensi untuk ditiru oleh orang lain.
Tepat sekali pada bidang bahasan ini adalah keterampilan berbahasa Indonesia. Orang yang terampil berbahasa dapat mempengaruhi orang-orang yang diajak berkomunikasi. Pengaruh akan mengakibatkan orang lain meniru dan selanjutnya akan menggunakannya persis seperti yang pernah didengarkannya. Akhirnya akan menjadi suatu kebiasaan. Perlu diingat, kejadian seperti ini akan terus berlanjut sambung-menyambung antarmanusia.
Orang Indonesia harus berbangga dengan bahasanya sendiri dan mewujudkan rasa bangga itu dengan menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar, kritis, dan konsisten dengan aturan-aturan penggunaan Bahasa Indonesia. Jangan sampai kita berbangga dengan menggunakan bahasa asing dengan, sementara kita lupakan bahasa kita sendiri, atau bahkan kita tidak tahu seperti apa Bahasa Indonesia yang sebenarnya itu.
Terkait dengan hal tersebut - siapapun kita - pasti pernah berkomunikasi dengan orang lain menggunakan Bahasa Indonesia. Khusus untuk Saudara-saudaraku yang memiliki pengaruh atau power terhadap orang lain, gunakanlah Bahasa Indonesia yang benar. Kesadaran Anda untuk tetap menggunakan bahasa ini dengan benar akan menyelamatkan milik kita ini menjadi sesuatu yang khas ditengah-tengah kompleksitas bahasa di dunia ini. Jangan sampai bahasa kita tidak lestari karena ulah kita sendiri. Bahkan, bahasa sendiri terlupakan dengan sibuk mempelajari bahasa bangsa lain. Bahasa untuk komunikasi dengan bangsa lain penting, namun melestarikan dan tetap konsisten dengan Bahasa Indonesia lebih penting.
Ada banyak dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan berbahasa. Salah satu dari banyaknya dampak yang terkait dengan respon orang lain terhadap bahasa kita yaitu bahasa yang kita gunakan akan berpotensi untuk ditiru oleh orang lain.
Tepat sekali pada bidang bahasan ini adalah keterampilan berbahasa Indonesia. Orang yang terampil berbahasa dapat mempengaruhi orang-orang yang diajak berkomunikasi. Pengaruh akan mengakibatkan orang lain meniru dan selanjutnya akan menggunakannya persis seperti yang pernah didengarkannya. Akhirnya akan menjadi suatu kebiasaan. Perlu diingat, kejadian seperti ini akan terus berlanjut sambung-menyambung antarmanusia.
Orang Indonesia harus berbangga dengan bahasanya sendiri dan mewujudkan rasa bangga itu dengan menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar, kritis, dan konsisten dengan aturan-aturan penggunaan Bahasa Indonesia. Jangan sampai kita berbangga dengan menggunakan bahasa asing dengan, sementara kita lupakan bahasa kita sendiri, atau bahkan kita tidak tahu seperti apa Bahasa Indonesia yang sebenarnya itu.
Terkait dengan hal tersebut - siapapun kita - pasti pernah berkomunikasi dengan orang lain menggunakan Bahasa Indonesia. Khusus untuk Saudara-saudaraku yang memiliki pengaruh atau power terhadap orang lain, gunakanlah Bahasa Indonesia yang benar. Kesadaran Anda untuk tetap menggunakan bahasa ini dengan benar akan menyelamatkan milik kita ini menjadi sesuatu yang khas ditengah-tengah kompleksitas bahasa di dunia ini. Jangan sampai bahasa kita tidak lestari karena ulah kita sendiri. Bahkan, bahasa sendiri terlupakan dengan sibuk mempelajari bahasa bangsa lain. Bahasa untuk komunikasi dengan bangsa lain penting, namun melestarikan dan tetap konsisten dengan Bahasa Indonesia lebih penting.
Langganan:
Postingan (Atom)