Berbahasa Indonesia tidak sekadar pada berbicara, namun juga harus sampai pada menyimak, membaca, dan menulis. Melalui blog ini, semoga memberika inspirasi kepada Anda untuk tetap konsisten berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Cintailah Bahasa Indonesia dan banggalah berbahasa Indonesia!
Jumat, 25 Maret 2011
Selasa, 08 Juni 2010
Berenang merupakan salah satu kegiatan yang menguntungkan bagi anak masa usia dini sampai dengan remaja karena pada masa ini fisik anak akan mendapatkan pengaruh positif. Misalnya, paru-paru menjadi sehat dan tubuh pun akan mengalami perkembangan yang baik. Mental juga akan lebih baik seperti gambar ini.
Membaca Berita
Kompetensi membacakan naskah berita penting sekali dikuasai oleh siswa SMA. Anak didik pada usia ini meyoritas telah mengalami perubahan mental secara signifikan dibandingkan dengan anak didik pada jenjang pendidikan sebelumnya (SMP). Namun demikian, anak didik pada usia ini juga akan mengalami stagnansi apabila tidak dilatih untuk mengekspresikan dirinya melalui kegiatan yang dapat merangsang keberaniannya. contoh membacakan berita dapat diikuti pada audio membacakan naskah berita yang berjudul "Berita Kulon Progo".
Senin, 07 Juni 2010
Siswa Belajar Mandiri
Anda perlu masuk perpustakaan untuk mendapatkan sebuah resensi buku lalu diketik dengan komputer, dan kirimkan ke senoretete@gmail.com.
Ini bersifat individual. Ingat, Jangan merusak buku/majalah/koran milik perpustakaan. Hasil pekerjaanmu sebaiknya sampai di alamat hari ini, ya? Akan saya cek langsung dari Semarang.
Pengampu Mapel Bahasa Indonesia: Warseno
Ini bersifat individual. Ingat, Jangan merusak buku/majalah/koran milik perpustakaan. Hasil pekerjaanmu sebaiknya sampai di alamat hari ini, ya? Akan saya cek langsung dari Semarang.
Pengampu Mapel Bahasa Indonesia: Warseno
Senin, 02 November 2009
Pembacaan UUD 1945
Upacara bendera sering diikuti oleh para pelajar. Pada kesempatan ini khusus membicarakan keikutsertaan pelajar mengikuti upacara karena rubrik ini dikhususkan untuk pelajar.
Seringkali pada saat pembacaan UUD 1945 terdapat kesalahan pemenggalan (jeda). Kesalahan ini dapat mengakibatkan kesalahan makna atau kerancuan kalimat. Misalnya, "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa." Banyak terjadi hal ini dilakukan. Seharusnya, kalimat itu tidak berhenti di situ dengan intonasi turun (titik) tetapi dibacakan dengan intonasi datar karena masih ada lanjutannya. Apalagi di dalam teks memang tidak ada tanda titik di akhir penggalan kalimat tersebut. Selain itu masih banyak lagi pemenggalan di seluruh bacaan itu.
Sebagai Bangsa Indonesia yang memiliki bahasa nasional Bahasa Indonesia seharusnya kritis terhadap penggunaan bahasa yang baku, tidak membiarkan penggunaan bahasa yang semakin tergelincir dibiarkan. Kekeliruan yang terus berulang jangan dianggap benar. Telusuri setiap keraguan ucapan maupun tulisan Indonesia. Dengan demikian, akan tetap terjaga originalitas Bahasa Indonesia.
Seringkali pada saat pembacaan UUD 1945 terdapat kesalahan pemenggalan (jeda). Kesalahan ini dapat mengakibatkan kesalahan makna atau kerancuan kalimat. Misalnya, "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa." Banyak terjadi hal ini dilakukan. Seharusnya, kalimat itu tidak berhenti di situ dengan intonasi turun (titik) tetapi dibacakan dengan intonasi datar karena masih ada lanjutannya. Apalagi di dalam teks memang tidak ada tanda titik di akhir penggalan kalimat tersebut. Selain itu masih banyak lagi pemenggalan di seluruh bacaan itu.
Sebagai Bangsa Indonesia yang memiliki bahasa nasional Bahasa Indonesia seharusnya kritis terhadap penggunaan bahasa yang baku, tidak membiarkan penggunaan bahasa yang semakin tergelincir dibiarkan. Kekeliruan yang terus berulang jangan dianggap benar. Telusuri setiap keraguan ucapan maupun tulisan Indonesia. Dengan demikian, akan tetap terjaga originalitas Bahasa Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)